1. Pendahuluan Distribution Plots
Distribution plots (grafik distribusi) adalah representasi visual dari distribusi data yang menunjukkan pola, bentuk, dan penyebaran dataset.
- Tujuan:
- Menyediakan gambaran bagaimana data tersebar.
- Memeriksa distribusi data (normal atau tidak).
- Mengidentifikasi outlier, skewness, dan pola distribusi lainnya.
- Manfaat:
- Mempermudah analisis pola data.
- Membantu memutuskan jenis analisis statistik yang sesuai.
2. Jenis Distribution Plots
- Histogram:
- Menampilkan distribusi data kuantitatif dalam interval atau bins tertentu.
- Contoh: Distribusi nilai ujian dari 0-100.
- Density Plot:
- Representasi distribusi yang halus menggunakan fungsi kepadatan kernel.
- Contoh: Distribusi tinggi badan dalam populasi.
- Box Plot:
- Menunjukkan ringkasan lima angka (minimum, Q1, median, Q3, maksimum) serta outlier.
- Contoh: Distribusi penghasilan bulanan.
- Violin Plot:
- Kombinasi antara box plot dan density plot.
- Contoh: Distribusi durasi tidur pada populasi pria dan wanita.
3. Elemen Penting dalam Distribution Plots
- Mean dan Median: Menunjukkan rata-rata dan nilai tengah data.
- Skewness: Menunjukkan kemiringan distribusi (positif/negatif).
- Kurtosis: Menunjukkan tinggi atau puncak distribusi (leptokurtik/platikurtik).
- Outlier: Nilai yang jauh dari data lainnya.
4. Contoh Kasus
Studi: Sebuah perusahaan ingin memahami distribusi durasi kerja harian karyawan mereka (dalam jam). Dataset mencakup 50 karyawan dengan durasi kerja antara 6 hingga 10 jam.
- **Distribusi Histogram:**Grafik menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan bekerja selama 8-9 jam, dengan hanya sedikit yang bekerja lebih dari 9 jam.